KARO | GAYA MEDAN.COM-Warga Perumahan Je Kesain, Jalan Jamin Ginting, Desa Raya, Kecamatan Berastagi gempar bukan main! Seorang dosen yang menjabat sebagai Wakil Rektor Kampus ITB Karo, Asprina br Surbakti (38), ditemukan tewas mengenaskan di dalam kamar mandi rumahnya, Jumat (25/9/2026) sekira pukul 12.40 WIB.
Kematian korban mendatangkan kecurigaan besar. Diduga kuat, wanita berkulit bersih ini menjadi korban perampokan sadis yang berujung pada pembunuhan. Pasalnya, mobil kesayangan korban jenis Mitsubishi XForce warna hitam dengan nomor polisi BK 1326 SAD lenyap bagai ditelan bumi dari garasi rumahnya.
Tragedi berdarah ini terkuak berawal dari rasa cemas Rektor ITB, David. Ia kebingungan lantaran ponsel sang wakil rektor mendadak tak aktif saat hendak dihubungi.
"Saya ditelepon Pak David jam 7 malam. Katanya HP adik saya tidak aktif. Karena curiga, saya langsung datang ke rumahnya, tapi pintunya terkunci rapat dan tidak ada sahutan sama sekali," ujar abang kandung korban, Redianto Surbakti dengan raut wajah syok.
Curiga ada yang tidak beres, Redianto sempat mengecek keberadaan adiknya ke area kampus, namun nihil. Ia makin panik saat melihat garasi rumah adiknya sudah kosong melompong.
"Mobil XForce miliknya hilang dari garasi. Saya makin penasaran, jadi saya minta bantuan satpam perumahan dan Kepala Dusun buat mendobrak pintu rumah," tambah Redianto.
Alangkah kagetnya mereka saat berhasil menembus masuk. Saat menyisir isi rumah, tubuh Asprina ditemukan sudah membujur kaku tak bergerak di lantai kamar mandi. Pihak keluarga yang histeris langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Berastagi dan Polres Karo.
Tak butuh waktu lama, petugas kepolisian langsung meluncur ke TKP dan mengevakuasi jasad korban ke RSU Kabanjahe, sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk diotopsi guna menyingkap penyebab pasti kematianaannya.
Kasi Humas Polres Karo, Iptu Pedoman Maha, membenarkan adanya peristiwa berdarah tersebut dan menegaskan bahwa pihak kepolisian tengah bekerja keras membongkar misteri ini.
"Motif pasti dari kejadian ini masih dalam penyelidikan mendalam tim reskrim. Jasad korban sudah dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk diotopsi agar penyebab kematiannya makin jelas," tegas Iptu Pedoman Maha, Sabtu (26/9/2026).(GM)
