"Dituduh Mencuri Sawit, L Hutabarat Meregang Nyawa: Jatuh atau Dikeroyok?"

Kamis, 18 Juni 2026 | 03:41 WIB Last Updated 2026-06-17T20:41:23Z


LABUHANBATU | GAYA MEDAN.COM-
Kematian L Hutabarat, warga Desa Sukaramai Baru, Kecamatan Kualuh Hulu, masih menyisakan tanda tanya besar. Peristiwa yang berujung pada pembakaran kantor PT Agrinas Palma Nusantara (APN) itu kini menjadi sorotan publik karena munculnya dua versi berbeda mengenai detik-detik terakhir korban sebelum ditemukan tak bernyawa.

Di satu sisi, pihak perusahaan membantah adanya tindakan kekerasan. Namun di sisi lain, keluarga korban melalui kuasa hukumnya justru menduga L Hutabarat menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah petugas perkebunan.

Humas PT APN, Hendrik, menjelaskan bahwa peristiwa bermula dari laporan dugaan pencurian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Blok D23, Desa Sukaramai. Mendapat laporan tersebut, petugas perusahaan langsung menuju lokasi dan mendapati empat orang yang diduga sedang mengambil buah sawit milik perusahaan.

"Petugas berupaya mengamankan mereka. Dua orang berhasil diamankan, sementara dua lainnya melarikan diri, termasuk L Hutabarat," ujar Hendrik, Rabu (17/6/2026).

Menurut Hendrik, saat melarikan diri menggunakan sepeda motor yang dikendarai rekannya, korban disebut sempat terjatuh dari boncengan. Setelah itu korban kembali berusaha kabur hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia beberapa ratus meter dari lokasi awal.

"Penyebab pasti meninggalnya korban kami tidak tahu. Tidak ada penganiayaan yang dilakukan petugas perusahaan," tegasnya.

Namun keterangan berbeda disampaikan kuasa hukum keluarga korban, Surya Dayan Pangaribuan. Berdasarkan pengakuan saksi berinisial JN yang saat itu bersama korban, mereka sedang pulang dari ladang ketika dicegat oleh petugas perkebunan.

Menurut Dayan, sepeda motor yang ditumpangi korban diduga ditabrak hingga keduanya terjatuh. Setelah itu, korban disebut sempat dikerumuni dan diduga mengalami pengeroyokan oleh sejumlah petugas.

"Menurut keterangan saksi JN, korban terjatuh setelah sepeda motor mereka ditabrak. Setelah itu korban diduga dikeroyok hingga meninggal dunia," ungkap Dayan.

Pihak keluarga mengaku telah menyerahkan identitas sejumlah petugas yang diduga terlibat kepada penyidik dan meminta kasus tersebut diusut secara transparan.

Kini, misteri kematian L Hutabarat berada di tangan penyidik Polres Labuhanbatu. Sementara itu, Kapolsek Kualuh Hulu AKP Citra Yani Barus mengatakan penanganan perkara telah diambil alih Polres Labuhanbatu untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Hingga kini, penyebab pasti meninggalnya L Hutabarat masih belum terungkap. Publik pun menanti jawaban, apakah korban meninggal akibat kecelakaan saat melarikan diri atau ada peristiwa lain yang menyebabkan nyawanya melayang.(GM)

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • "Dituduh Mencuri Sawit, L Hutabarat Meregang Nyawa: Jatuh atau Dikeroyok?"

Trending Now