Tragedi Pos Satpam, Diduga Dibantai, Bornok Muntah Darah Lalu Tewas

Selasa, 14 Juli 2026 | 06:19 WIB Last Updated 2026-07-13T23:19:23Z



DELI SERDANG | MEDIA 24 JAM – Main hakim sendiri kembali menelan korban jiwa. Daniel Situmeang alias Bornok (30), seorang buruh harian lepas (BHL) asal Tapanuli Utara, meregang nyawa dengan tubuh penuh luka lebam. Ia diduga tewas dibantai dan dikeroyok di kawasan Kantor PTPN I Regional I, Tanjung Morawa, akibat dituduh mencuri.


​Aksi brutal ini bermula pada Minggu siang (12/7/2026) sekira pukul 13.00 WIB. Saat itu, salah seorang sekuriti bernama Reza Fadilah yang sedang berjaga di pos depan melihat korban melintas. Curiga dengan gerak-gerik korban, Reza langsung mengambil HT dan memanggil rekan-rekannya.


​"Awalnya saya lihat dia lewat depan pos. Langsung saya kontak Joko, Rahvi, Habibi, dan Satria lewat HT," ujar Reza saat memberikan keterangan.


​Aksi pengadangan pun terjadi di depan kantor perkebunan. Tanpa ba-bi-bu, keributan pecah. Korban yang kalah jumlah langsung tak berkutik setelah dihajar dan ditarik paksa ke pos keamanan induk untuk "diinterogasi".


​Pihak keamanan sempat membawa korban berkeliling untuk menunjukkan barang-barang yang dituduh telah dicuri. Tragisnya, usai dibawa kembali ke pos, kondisi korban drop total. Daniel muntah-muntah hebat hingga mengotori pakaiannya sendiri akibat luka dalam yang dideritanya.


​Bukannya langsung dibawa ke medis, sekira pukul 16.30 WIB, korban justru diseret ke area parkir dalam kondisi tak berdaya. Kedua tangannya diborgol, dipaksa terbaring di atas aspal panas.


​Merasa kondisi korban sudah kritis, pihak sekuriti baru panik dan menghubungi Rumah Sakit GL Tobing. Namun, nasi sudah menjadi bubur. Saat mobil ambulans tiba di lokasi kejadian, Daniel Situmeang dipastikan sudah mengembuskan napas terakhirnya. Pihak keamanan selanjutnya memberitahukan peristiwa tersebut kepada Polsek Tanjung Morawa, jajaran Polresta Deli Serdang.


Dipimpin Kapolsek Tanjung Morawa AKP Jonni H. Damanik, sejumlah personel, termasuk Tim Inafis Satreskrim Polresta Deli Serdang, turun ke lokasi. Selanjutnya, jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk keperluan autopsi.


Kanit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polresta Deli Serdang, Iptu Binnes Saragih, pada Senin (13/7/2026) siang membenarkan peristiwa tersebut. Hingga saat ini, pihaknya masih memeriksa sejumlah saksi.


"Belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap korban karena kami masih memeriksa saksi-saksi," jelasnya.(GM)

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Tragedi Pos Satpam, Diduga Dibantai, Bornok Muntah Darah Lalu Tewas

Trending Now