MEDAN | GAYA MEDAN.COM-Akal licik sindikat narkoba lintas provinsi yang menyamarkan sabu, ekstasi, dan ganja sebagai paket barang elektronik akhirnya terbongkar. Satresnarkoba Polrestabes Medan menggerebek sebuah rumah kos yang dijadikan gudang penyimpanan narkoba di kawasan Medan Labuhan setelah lebih dulu menangkap seorang kurir.
Pengungkapan kasus itu bermula saat personel Unit 2 Satresnarkoba meringkus HS (19), warga Jalan Tenggiri Raya, di Jalan Rawe V, Kecamatan Medan Labuhan. Dari tangan tersangka, polisi menyita tiga butir pil ekstasi serta sejumlah uang yang diduga hasil transaksi narkoba.
"Dari hasil pemeriksaan, HS mengaku memperoleh narkoba dari JD (25) yang tinggal di sebuah rumah kos di Jalan Rawe II. Tim kemudian bergerak dan melakukan penggerebekan," ujar Kasatresnarkoba Polrestabes Medan AKBP Rafli Yusuf Nugraha, SH, SIK, MIP, Senin (27/7/2026).
Saat menggeledah rumah kos tersebut, polisi menemukan barang bukti dalam jumlah besar berupa tiga paket sabu, 188 butir pil ekstasi, serta enam kilogram ganja yang diduga siap diedarkan ke berbagai daerah di Indonesia.
"Dari JD kami menemukan tiga paket sabu, 188 butir pil ekstasi, hingga enam kilogram ganja. Rumah kos itu dijadikan gudang penyimpanan narkoba sebelum dikirim ke berbagai wilayah," tegas Rafli.
Rafli mengungkapkan, sindikat ini memiliki modus yang cukup rapi. Narkoba dikirim menggunakan jasa ekspedisi dengan kamuflase sebagai barang elektronik maupun suku cadang kendaraan agar tidak menimbulkan kecurigaan.
"Pelaku menuliskan isi paket sebagai barang elektronik atau spare part. Bahkan mereka memasukkan batu ke dalam paket agar beratnya menyerupai barang asli sehingga tidak mudah dicurigai," jelasnya.
Menurut Rafli, jaringan tersebut telah menjalankan bisnis haram itu selama sekitar satu tahun. Dalam sebulan, mereka mampu mengirim narkoba hingga 10 kali, dengan tujuan pengiriman terbanyak ke wilayah Indonesia Timur.
"Mereka sudah beroperasi sekitar satu tahun. Dalam satu bulan sedikitnya 10 kali mengirim narkoba ke berbagai daerah," katanya.
Polisi kini masih memburu satu pelaku lain yang diduga berperan sebagai pemasok utama dalam jaringan tersebut. Satresnarkoba Polrestabes Medan memastikan akan terus membongkar rantai peredaran narkoba hingga ke akar-akarnya.
"Bagaimanapun pelaku berkamuflase, kami pastikan akan menemukan cara untuk mengungkapnya. Pemasok utama masih kami kejar," pungkas Rafli.(GM)
