MEDAN | GAYA MEDAN.COM-Aksi begal kembali menghantui pengemudi ojek online (ojol) di kawasan Tembung, Deli Serdang. Kali ini, Bagus Prayoga menjadi korban kebrutalan sekelompok pelaku di Gang Melati, Jalan Perintis, Pasar VII, Minggu (26/7/2026). Sepeda motor Honda Vario BK 3795 AHV dan telepon genggam miliknya dibawa kabur, sementara korban dihajar hingga mengalami luka.
Bagus menuturkan, peristiwa itu bermula saat dirinya hendak menjemput pesanan pelanggan. Namun saat tiba di titik tujuan, ia mendapati gang tersebut ternyata buntu.
"Dua orang datang tanya saya mau ke mana. Saya jawab mau jemput orderan. Tiba-tiba sekitar sepuluh orang lagi datang. Saya langsung dikepung, makanya kunci kereta langsung saya cabut," ujar Bagus, Selasa (28/7/2026).
Tak lama kemudian, para pelaku langsung menganiaya korban. Meski sempat berteriak meminta pertolongan, tidak satu pun warga berani membantu.
"Warga sebenarnya ramai di warung. Tapi begitu saya dipukuli, mereka malah masuk ke rumah masing-masing. Kereta saya didorong pelaku dalam keadaan mati karena kuncinya saya pegang. Mereka lari ke arah rel yang gelap," ungkapnya.
Usai kejadian, Bagus mendatangi Polsek Medan Tembung untuk membuat laporan. Ia berharap polisi segera memburu pelaku karena yakin motornya belum dibawa jauh dari lokasi.
"Saya yakin kereta itu masih di sekitar situ. Saya berharap polisi langsung mengejar, tapi malah disuruh melengkapi surat-surat seperti BPKB," katanya.
Keesokan harinya, Bagus kembali ke lokasi bersama rekannya untuk mencari petunjuk melalui rekaman CCTV rumah warga. Namun usahanya kandas karena warga menolak memberikan rekaman dengan alasan takut mendapat teror dari para pelaku.
"Alasannya CCTV mati. Ada juga yang bilang takut rumahnya dilempari. Macam-macam alasannya," ucap Bagus.
Korban juga mengaku mendengar pernyataan yang membuatnya semakin pesimis terhadap pengungkapan kasus tersebut.
"Polisinya sendiri bilang takut masuk ke dalam karena khawatir dilempari batu. Katanya lokasi itu memang diduga sarang narkoba. Saya jadi pesimis. Apalagi BPKB motor masih dijaminkan ke leasing, tidak ada asuransi, jadi saya tetap harus bayar angsuran sampai lunas," keluhnya.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Kapolsek Medan Tembung, Kompol Ras Maju Tarigan, belum memberikan tanggapan terkait laporan pembegalan yang dialami korban maupun pernyataan yang disampaikan Bagus.(GM)
