BELAWAN |GAYA MEDAN.COM–Ngeri! suasana mencekam disebut terjadi di sebuah kedai kopi di kawasan Belawan. Seorang wartawan senior, Nelson Siregar, mengaku mengalami intimidasi hingga teror psikologis oleh seorang warga sipil berinisial N yang diduga membawa benda mirip senjata api.
Merasa keselamatannya terancam, Nelson akhirnya melayangkan pengaduan masyarakat (Dumas) ke Polda Sumatera Utara. Ia berharap aparat kepolisian menindak tegas dugaan aksi intimidasi terhadap insan pers tersebut.
Kepada wartawan, Senin (8/6/2026), Nelson mengungkapkan persoalan bermula dari polemik pemberitaan dugaan perjudian tembak ikan di wilayah Belawan yang sempat viral di TikTok. Terlapor disebut tidak terima atas berita yang beredar dan diduga meluapkan kemarahan melalui sambungan telepon.
“Awalnya saya diajak bertemu untuk klarifikasi di Star Kopi pada Jumat (29/5/2026). Saya datang untuk meluruskan bahwa bukan saya yang membuat berita itu,” ujar Nelson.
Namun situasi disebut berubah tegang. Di hadapan sejumlah saksi, pria berinisial N diduga tersulut emosi, memukul meja, hingga menciptakan suasana mencekam.
Tak berhenti di situ, Nelson mengklaim pria tersebut kemudian mengeluarkan benda mirip pistol dari tas sandangnya. Bahkan, benda tersebut disebut sempat diarahkan ke sekitar lokasi sebelum diduga mengintimidasi dirinya.
“Saya merasa ini bentuk tekanan dan intimidasi terhadap kerja jurnalistik,” kata Nelson.
Tak ingin mengambil risiko, Nelson resmi membuat pengaduan ke Polda Sumut pada Kamis (4/6/2026), sembari meminta perlindungan hukum atas dugaan ancaman yang dialaminya.
Kasus ini turut memantik reaksi dari kalangan jurnalis. Seorang rekan sesama wartawan, AY, mengecam keras dugaan intimidasi tersebut dan menegaskan solidaritas insan pers terhadap tindakan yang dianggap membungkam kebebasan jurnalistik.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terlapor terkait tudingan tersebut.(GM)
