BELAWAN | GAYA MEDAN.COM-Aksi brutal komplotan begal di kawasan Simpang Dobi, Jalan KL Yos Sudarso, Belawan, akhirnya berujung di tangan polisi. Dalam waktu kurang dari 48 jam, tim gabungan Polres Pelabuhan Belawan bersama Jatanras Polda Sumut dan Polsek Medan Labuhan berhasil meringkus para pelaku yang sempat viral di media sosial usai membacok korbannya.
Peristiwa mencekam itu dialami seorang ibu, Timoria Sitorus (52), bersama putrinya Chelsea (18), saat hendak berangkat membeli kebutuhan dagangan pada Jumat dini hari, 8 Mei 2026.
Saat melintas di kawasan Simpang Dobi, korban tiba-tiba diadang komplotan begal. Tak memberi ampun, pelaku langsung menendang sepeda motor hingga ibu dan anak tersebut tersungkur ke aspal.
Akibat benturan keras di bagian kepala, Timoria mengalami luka serius dan hingga kini masih menjalani perawatan intensif di RS USU dalam kondisi belum sadarkan diri.
Tak hanya merampas kendaraan, aksi para pelaku semakin brutal saat Chelsea berteriak meminta tolong. Salah seorang pelaku nekat membacok kaki korban menggunakan celurit sebelum akhirnya kabur membawa sepeda motor Honda Scoopy milik korban.
Kapolres Pelabuhan Belawan menegaskan pihaknya bergerak cepat mengusut kasus tersebut. Berbekal olah TKP, analisa CCTV, hingga profiling lapangan, polisi akhirnya berhasil menangkap tiga pelaku utama.
Ketiga tersangka masing-masing berinisial AAL yang berperan sebagai joki sekaligus eksekutor pembacokan, DS sebagai pelaku yang membawa kabur sepeda motor korban, serta AS yang berperan sebagai penadah barang hasil kejahatan.
Polisi mengungkap, komplotan ini diduga merupakan jaringan residivis yang sudah terorganisir. Bahkan, motor hasil rampasan dijual melalui pasar gelap di media sosial dengan harga Rp3,2 juta sebelum uangnya dibagi rata.
“Negara tidak boleh kalah oleh pelaku kejahatan jalanan. Pelaku yang meresahkan masyarakat akan kami kejar dan tindak,” tegas Kapolres.
Kini, polisi masih memburu tiga pelaku lainnya yang telah masuk daftar pencarian orang (DPO), masing-masing berinisial D, A, dan I, termasuk seorang penadah berinisial O-C. Kapolres pun mengultimatum para buronan agar segera menyerahkan diri.
“Tidak ada tempat aman bagi pelaku kejahatan di wilayah hukum Polres Pelabuhan Belawan. Serahkan diri atau kami akan bertindak tegas dan terukur,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi aksi serupa, polisi mengintensifkan patroli di titik rawan kriminalitas serta mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat berkendara, terutama pada malam hingga dini hari. (GM)
