Gayamedan.com - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan bahwa program pelatihan keterampilan bagi generasi muda harus mampu memberikan dampak nyata berupa penyerapan tenaga kerja, bukan sekadar menghasilkan sertifikat pelatihan.
Hal itu disampaikan Rico Waas saat menerima audiensi Yayasan Plan International Indonesia terkait program Youth be Ready, Inclusive, Skilled, Empowered (You RISE) di Balai Kota Medan, Kamis.
Menurut dia, keberhasilan sebuah program pelatihan dapat diukur dari banyaknya peserta yang berhasil memperoleh pekerjaan setelah menyelesaikan pelatihan.
"Yang terpenting pelatihan tidak hanya sebatas memberikan keterampilan, tetapi juga harus mampu menghubungkan peserta dengan dunia kerja secara nyata," ujar Rico Waas.
Ia menyambut baik program You RISE karena sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Medan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan daya saing generasi muda. Terlebih, program serupa yang telah dijalankan sebelumnya disebut mampu mencapai tingkat efektivitas hingga 85 persen dalam menghubungkan peserta dengan dunia kerja.
Untuk meningkatkan kepercayaan perusahaan terhadap lulusan pelatihan, Rico Waas juga mengusulkan langkah strategis berupa pemberian surat rekomendasi tambahan bagi para alumni yang telah mengikuti program pelatihan.
Ia menginstruksikan Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan untuk mengkaji mekanisme pemberian rekomendasi tersebut agar memiliki dasar hukum yang kuat dan dapat menjadi bentuk jaminan kompetensi peserta di mata dunia usaha.
"Ini untuk memperkuat kepercayaan perusahaan terhadap kompetensi peserta. Mekanismenya perlu dibahas lebih lanjut sesuai aturan yang berlaku agar memiliki dasar yang kuat," katanya.
Dalam pertemuan itu, Rico Waas didampingi Asisten Pemerintahan dan Sosial Sekretariat Daerah Kota Medan M. Sofyan serta Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan Ramaddan.
Sementara itu, perwakilan Yayasan Plan International Indonesia, Ardiansyah Hasibuan, menjelaskan bahwa audiensi tersebut bertujuan memperkenalkan program You RISE yang merupakan hasil kolaborasi antara DBS Foundation dan Yayasan Plan International Indonesia.
Program tersebut menyasar kaum muda marginal berusia 18 hingga 29 tahun, termasuk perempuan muda dan penyandang disabilitas, dengan target menjangkau 2.000 peserta.
Ardiansyah mengatakan program You RISE menawarkan berbagai kegiatan pengembangan kapasitas, mulai dari pelatihan literasi keuangan, kesiapan kerja, keterampilan teknis di bidang teknologi informasi, perhotelan dan ritel, mentoring karier, kampanye publik, hingga kelas kepemimpinan perempuan.
"Melalui program ini kami berharap dapat membantu kaum muda menjadi lebih siap kerja, melek finansial, dan lebih percaya diri menghadapi masa depan," ujar Ardiansyah.


