Seribu Pelajar Berikrar, Genk Motor dan Kekerasan Ditolak di Sekolah, SMAN 3 Medan Pasang Tameng

Minggu, 23 Agustus 2026 | 14:35 WIB Last Updated 2026-08-23T07:38:42Z

MEDAN | GAYA MEDAN.COM
-Seribuan siswa SMA Negeri 3 Medan membulatkan tekad pasang tameng menolak segala bentuk kekerasan dan keterlibatan dalam kelompok genk motor. Ikrar tersebut digaungkan dalam kegiatan Deklarasi Anti Genk Motor dan Kekerasan yang digelar di halaman SMAN 3 Medan, Jalan Budi Kemasyarakatan, Kelurahan Brayan Kota, Kecamatan Medan Barat, Jumat (21/8/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 07.30 WIB itu dihadiri Wakapolsek Medan Barat AKP Bazaro, personel Intelkam Polsek Medan Barat, Mayor TNI AL Fahrizal, Kepala SMAN 3 Medan Susianto, S.Pd., M.Si., jajaran guru, pembina sekolah serta sekitar 1.000 siswa.

Kepala SMAN 3 Medan Susianto dalam amanatnya menegaskan bahwa sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa.

“Kekerasan di sekolah tidak bisa ditawar. Ini menyangkut kenyamanan dan keamanan siswa serta terciptanya lingkungan sekolah yang sehat dan bersih,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan para siswa agar tidak ikut kelompok yang justru merugikan diri sendiri, keluarga maupun sekolah.

“Tidak perlu berorganisasi dengan kelompok yang merugikan diri kalian, keluarga dan sekolah. Jangan menjadi kelompok perusuh yang meresahkan masyarakat,” katanya.

Susianto menegaskan pihak sekolah tidak akan mentolerir siswa yang terlibat aksi kekerasan, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.

“Setiap perbuatan ada konsekuensinya,” tegasnya.

Usai amanat kepala sekolah, Ketua OSIS SMAN 3 Medan Rakha Panca Putra Sinaga memimpin pembacaan Ikrar Anti Genk Motor dan Kekerasan yang diikuti para siswa.

Suasana semakin serius ketika Wakapolsek Medan Barat AKP Bazaro memberikan arahan. Ia meminta para pelajar tidak menyia-nyiakan masa depan hanya karena salah pergaulan.

“Kami yang berdiri di depan kalian sekarang, ke depan kalianlah yang akan menggantikan kami. Kalian bisa bercita-cita menjadi TNI, polisi, guru, pegawai dan profesi lainnya. Masa depan kalian dimulai dari sini, dari sekolah ini,” ujar Bazaro.

Bazaro juga mengingatkan siswa untuk mematuhi nasihat orang tua dan guru.

“Perintah dan nasihat orang tua serta guru di sekolah wajib dipatuhi. Jangan sampai tindakan buruk kalian justru mengecewakan orang tua yang sudah bersusah payah mencari nafkah agar kalian bisa sekolah,” katanya.

Menurutnya, Polsek Medan Barat bersama pihak sekolah telah berkomitmen untuk menolak segala bentuk kekerasan dan keberadaan kelompok yang meresahkan.

“Komitmen kami dari Kepolisian Polsek Medan Barat bersama SMA Negeri 3 Medan adalah tidak ada kekerasan dan tidak ada kelompok apa pun yang melakukan kekerasan, termasuk genk motor, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah,” tegasnya.

Tak hanya polisi, Mayor TNI AL Fahrizal turut mengingatkan siswa tentang bahaya mengikuti kelompok genk motor dan aksi ugal-ugalan di jalan.

“Bukan kebanggaan menjadi kelompok motor. Kebanggaan itu ketika kita menjadi sesuatu yang berguna bagi orang tua dan sekolah,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa konvoi dan aksi ugal-ugalan di jalan dapat berujung petaka.

“Setiap tindakan ada konsekuensinya. Ugal-ugalan di jalan dan konvoi bisa menyebabkan kecelakaan serta merugikan diri sendiri dan keluarga,” katanya.

Fahrizal kemudian menyinggung bahaya narkoba yang dapat menghancurkan masa depan pelajar.

“Bahaya narkoba itu dimulai dari mencoba. Setelah itu bisa menjadi pengedar dan akhirnya masa depan menjadi tidak berguna,” tegasnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan arahan Pembina Komite Sekolah Syahwan Jukrih Nasution. Sekitar pukul 08.32 WIB, dilakukan penandatanganan Deklarasi Anti Kekerasan dan Genk Motor oleh unsur TNI, Polri, kepala sekolah, guru serta perwakilan siswa.

Puncaknya, seluruh peserta mengikuti deklarasi bersama sebagai bentuk komitmen menolak kekerasan dan genk motor.

Kegiatan berakhir sekitar pukul 08.45 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan kondusif.

Kapolsek Medan Barat Kompol Dr. Made Wira Suhendra, S.I.K., M.H. turut mengimbau para pelajar agar menjauhi kekerasan, genk motor, narkoba dan segala bentuk pergaulan yang dapat merusak masa depan.(GM)


iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Seribu Pelajar Berikrar, Genk Motor dan Kekerasan Ditolak di Sekolah, SMAN 3 Medan Pasang Tameng

Trending Now