
KARO, | GAYA MEDAN.COM-Dendam lama sengketa lahan garapan akhirnya pecah menjadi duel maut berdarah. Dua warga Desa Sukanalu Teran, yakni DG (45) dan RPS (31), tewas bersimbah darah setelah saling bantai menggunakan senjata tajam di Jalan Tembus Karo–Langkat, Dusun Sagan Taneh, Desa Kutarayat, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, Senin (27/7/2026) sore sekitar pukul 17.00 WIB.
Aksi saling serang yang berlangsung brutal di tengah jalan tersebut sontak membuat warga sekitar histeris dan geger.
Danramil 04/SE, Kapten (Inf) Gandhi N. Hartanto, membenarkan tragedi berdarah yang menewaskan dua pria yang saling kenal tersebut. Menurutnya, bentrok maut ini dipicu oleh selisih paham mengenai klaim batas lahan garapan yang sudah lama memendam bara dendam.
"Informasi dari lapangan, keduanya ini saling kenal. Sebelum sabetan sajam melayang, mereka sempat adu mulut hebat di lokasi," tegas Kapten Gandhi kepada wartawan, Selasa (28/7/2026) malam.
Gandhi menambahkan, duel sengit tak terhindarkan lantaran kedua belah pihak diduga kuat sudah siap tempur dan membawa senjata tajam masing-masing dari rumah.
"Mereka saling serang pakai sajam yang diduga memang sudah dipersiapkan. Karena dendam lama yang membara dan salah paham masalah lahan, aksi bantai ini tak terbendung sampai keduanya sama-sama roboh dan tewas," ungkapnya.
Saat ini, lokasi kejadian telah dipasang garis polisi. Pihak Kepolisian Resor Karo bergerak cepat mengamankan sejumlah barang bukti sajam dan memeriksa para saksi mata yang melihat langsung duel maut tersebut.
Guna keperluan visum dan otopsi, kedua jasad korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan. Pihak aparat pun mewanti-wanti masyarakat dan keluarga kedua belah pihak agar tidak main hakim sendiri atau tersulut emosi.
"Kami mengimbau keras kepada warga, khususnya keluarga kedua korban, untuk tidak mudah terprovokasi isu menyesatkan. Tetap tenang dan serahkan sepenuhnya ke proses hukum. Jadikan tragedi ini pelajaran pahit agar tidak terulang kembali," pungkas Gandhi. (GM)