Rommy Dorong Penguatan Pancasila untuk Cegah Krisis Identitas Gen Z

Senin, 22 Juni 2026 | 00:36 WIB Last Updated 2026-06-21T17:36:49Z


MEDAN | GAYA MEDAN.COM
-Anggota DPRD Kota Medan, Rommy Van Boy, mendorong penguatan nilai-nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan di kalangan generasi muda. Menurut Anggota Fraksi Golkar DPRD Kota Medan ini, upaya itu penting untuk mengantisasi krisis identitas di kalangan Generasi Z (Gen Z) dan Generasi Alpha di tengah derasnya arus globalisasi dan digitalisasi.


Pernyataan itu disampaikan Rommy saat menggelar sosialisasi Pembinaan Ideologi dan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) serta penyebarluasan nilai-nilai Pancasila di Lapangan Praga, Jalan Karya Sejati, Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Minggu, (21/6/2026). 


Kegiatan tersebut merupakan agenda resmi yang dijadwalkan Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Kota Medan.


Rommy mengatakan pemahaman terhadap Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan sejarah kebangsaan perlu terus diperkuat, terutama di kalangan generasi muda. 


Menurutnya, masih banyak anak muda yang belum memahami dasar-dasar ideologi negara.


"Realitas di lapangan menunjukkan masih banyak Gen Z dan Gen Alpha yang tidak mengetahui dasar-dasar Pancasila," ujar Rommy di sela kegiatan.


Ia menilai perkembangan teknologi informasi dan media sosial membuat budaya luar semakin mudah diakses dan diadopsi generasi muda. 


"Kondisi itu, berpotensi menimbulkan apa yang disebut sebagai 'amnesia ideologi', yakni memudarnya pemahaman terhadap sejarah dan jati diri bangsa," jelas Pimpinan Kecamatan (PK) Partai Golkar Medan Polonia ini.


Kemudian, Rommy menegaskan, Pancasila tetap relevan sebagai pedoman dalam menjaga keberagaman masyarakat Indonesia, termasuk di Kota Medan yang memiliki latar belakang keberagaman etnis dan agama.


"Maka dari itu, pembumian wawasan kebangsaan harus dilakukan secara masif melalui pendekatan yang dialogis, bukan sekadar hafalan tekstual," tegsnya.


Selain persoalan ideologi, Rommy juga menyoroti maraknya peredaran narkoba dan praktik judi online yang menyasar generasi muda. Menurutnya, kedua persoalan itu menjadi ancaman serius bagi kualitas sumber daya manusia.


"Membentengi pemuda dari narkoba dan judi online merupakan bagian dari pengamalan wawasan kebangsaan. Nasionalisme tidak akan berarti jika generasi muda rusak secara moral dan finansial," katanya.


Dalam kegiatan yang dihadiri ratusan warga dan tokoh pemuda setempat itu, Rommy mengajak keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat untuk memperkuat pengawasan terhadap anak-anak dan remaja.


"Penyelamatan masa depan Gen Z dan Gen Alpha tidak bisa dibebankan kepada satu pihak. Dibutuhkan kerja sama antara pemerintah, legislatif, institusi pendidikan, dan orang tua," tutur Ketua PAC Pemuda Pancasila Medan Polonia ini.


Oleh karena itu, Rommy berharap penguatan ideologi kebangsaan yang dibarengi dengan upaya pencegahan narkoba dan judi online dapat membentuk generasi muda yang mampu bersaing secara global tanpa kehilangan identitas kebangsaannya.


"Generasi muda harus mampu menjadi warga global yang kompetitif tanpa meninggalkan jati diri sebagai bangsa Indonesia," pungkasnya.


Sebelumya, kegiatan serupa juga digelar Rommy Van Boy di Lapangan Baronet, Jalan Starban Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia.


Sama dengan sebelumnya, para hadirin yang mayoritas terdiri dari kaum ibu serta Gen-Z dan Gen Alpha ini tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut.***

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Rommy Dorong Penguatan Pancasila untuk Cegah Krisis Identitas Gen Z

Trending Now