Gayamedan.com - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung perkembangan seni dan sastra dengan menghadiri Festival Musikalisasi Puisi "Kopi dan Kepo" yang digelar di Taman Budaya Medan.
Festival yang digagas oleh Medan Theater tersebut mengangkat karya puisi dari buku Kopi dan Kepo karya Hasan Al Bana dan mendapat antusiasme ratusan seniman, akademisi, serta pelajar.
Dalam sambutannya, Rico Waas mengatakan kehadirannya pada kegiatan tersebut dilandasi makna filosofis dari kata "kopi" dan "kepo" yang dinilainya merepresentasikan keseimbangan antara rasa dan nalar dalam kehidupan.
"Bangsa ini akan kuat jika kebudayaan, intelektual, dan rasa kita terus dijaga. Rasa mencintai, rasa memiliki, dan rasa menelaah kehidupan harus terus hidup," ujar Rico Waas.
Pada kesempatan itu, ia didampingi Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan Laksamana Putra Siregar serta Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kota Medan Amsar.
Rico menilai seni dan budaya memiliki peran penting dalam pembangunan kota, karena tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik seperti infrastruktur, rumah sakit, maupun gedung-gedung tinggi.
Menurut dia, pola penulisan puisi yang ditampilkan dalam festival tersebut juga memiliki kemiripan dengan tradisi sastra Melayu yang menjadi bagian dari kekayaan budaya lokal.
Karena itu, Pemerintah Kota Medan berkomitmen memberikan ruang bagi generasi muda untuk terus berkarya di berbagai bidang seni, mulai dari musik, puisi, lukisan hingga desain.
"Seni dan budaya adalah elemen penting dalam kehidupan kota," katanya.
Sementara itu, Founder Medan Theater, Ahmad Munawar Lubis, mengatakan festival tersebut merupakan ruang apresiasi terhadap nilai-nilai kemanusiaan yang kerap terabaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menjelaskan karya-karya yang ditampilkan merupakan refleksi dari berbagai emosi manusia, mulai dari keresahan, kebahagiaan, hingga kesedihan yang kemudian diterjemahkan ke dalam bentuk sastra dan musik.
Festival Musikalisasi Puisi "Kopi dan Kepo" berlangsung dalam suasana hangat dan sarat makna, dengan menampilkan karya-karya Hasan Al Bana yang dipadukan dengan penampilan musik dari grup 7 Keliling.
Kegiatan itu diharapkan menjadi salah satu upaya memperkuat ekosistem seni dan budaya serta mendorong tumbuhnya ruang-ruang kreatif di Kota Medan.


