Rapat Kerja Pembangunan 2026, Rico Waas Tegaskan Pembangunan Kota Medan Harus Berdampak Nyata

REDAKSI
Rabu, 11 Februari 2026 | 18:02 WIB Last Updated 2026-03-04T04:31:42Z

Ket Foto: Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas secara resmi membuka Rapat Kerja Pembangunan (RKP) Kota Medan Tahun 2026 bertema “Pulih Bersama, Bangkit Lebih Kuat, Bergerak Serentak Membangun Kota Medan” di Grand City Hall, Rabu (11/2/2026).

Gayamedan.com
– Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas secara resmi membuka Rapat Kerja Pembangunan (RKP) Kota Medan Tahun 2026 bertema “Pulih Bersama, Bangkit Lebih Kuat, Bergerak Serentak Membangun Kota Medan” di Grand City Hall, Rabu (11/2/2026).


Dalam forum tersebut, Rico Waas menegaskan agar RKP tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan menghasilkan langkah konkret dan berdampak langsung bagi masyarakat.

 

Di hadapan Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap, Sekda Wiriya Alrahman, narasumber dari Badan SAR, BBWS II Medan, Komunitas Siaga Bencana, serta para pimpinan perangkat daerah, camat, lurah, direktur BUMD, hingga kepala puskesmas se-Kota Medan, Rico Waas menekankan pentingnya percepatan pembangunan.


“Kalau kita masih mau biasa-biasa saja atau business as usual, mungkin tempat saudara-saudara bukan di sini. Kita harus lari kencang, bukan melempem,” tegasnya.


Ia menyampaikan, pembangunan 2026 harus menjadi momentum perubahan pola kerja, meninggalkan zona nyaman birokrasi, dan memperkuat soliditas tim di lingkungan Pemko Medan.


Rico Waas juga menyinggung banjir besar yang melanda akhir 2025, di mana 19 dari 21 kecamatan terdampak.


Peristiwa tersebut dinilai sebagai alarm keras bahwa pembangunan tidak cukup hanya berfokus pada fisik, tetapi harus dibarengi mitigasi bencana yang serius dan terencana.


“Kota yang kuat bukan hanya yang terus membangun, tetapi yang siap pulih saat bencana datang,” ujarnya.


Ia meminta seluruh perangkat daerah memperkuat SOP kebencanaan, sistem peringatan dini, simulasi rutin, pembentukan relawan hingga tingkat kelurahan, serta integrasi dengan BPBD dan Basarnas.


Strategi itu juga harus mencakup skema evakuasi, logistik, layanan kesehatan, hingga penyediaan pangan bagi warga terdampak.


Selain mitigasi bencana, Rico Waas menyoroti pelayanan dasar, khususnya sektor kesehatan dan pendidikan. Meski Universal Health Coverage (UHC) telah berjalan, ia menekankan kualitas layanan harus terus ditingkatkan.


“Masyarakat butuh dilayani, bukan hanya dilayani secara administratif. Profesionalisme dan empati tenaga kesehatan adalah kuncinya,” katanya.


Menurutnya, kualitas rumah sakit dan puskesmas tidak hanya diukur dari fasilitas, tetapi juga kecepatan, ketepatan, serta sikap tenaga medis dalam menangani pasien.


Dalam sektor infrastruktur, Rico Waas menyoroti kondisi jalan dan trotoar yang masih perlu perhatian serius. Ia menginginkan perbaikan jalan dan trotoar menjadi prioritas agar tata kota semakin tertata dan nyaman.


“Saya menginginkan jalan dan trotoar di tahun ini harus bagus. Dengan begitu tata kota Medan akan semakin lebih baik,” imbuhnya.


Ia juga memastikan arah pembangunan Kota Medan sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto terkait penataan kawasan perkotaan yang lebih tertata dan berkelanjutan.


Penataan tersebut mencakup tata ruang ramah lingkungan, pengendalian banjir, penyediaan ruang publik, hingga pemerataan layanan dasar.


“Pembangunan harus berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat. Kota harus aman, sehat, dan nyaman,” jelasnya.


Di akhir sambutannya, Rico Waas mendorong seluruh jajaran Pemko Medan berani berinovasi dan menciptakan karya pembangunan berkelanjutan.


“Karya yang dihasilkan untuk pembangunan ini merupakan prestasi milik rekan-rekan sekalian. Kalau kita bekerja dengan kualitas dan tanggung jawab, hasilnya akan menjadi kebanggaan Kota Medan di masa depan,” pungkasnya.


Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Medan Ferry Ichsan menyebut RKP 2026 sebagai puncak rangkaian proses perencanaan lintas sektor. Forum tersebut menjadi ruang konsolidasi untuk memastikan setiap program terfokus pada prioritas dan responsif terhadap tantangan kota.


“Perencanaan tidak boleh berhenti di atas kertas. Harus terimplementasi dengan baik dan terukur,” ujar Ferry. (gm/ar)

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Rapat Kerja Pembangunan 2026, Rico Waas Tegaskan Pembangunan Kota Medan Harus Berdampak Nyata

Trending Now