Buka Pasar Murah Imlek, Rico Waas: Medan Adalah Simbol Keberagaman Indonesia

REDAKSI
Senin, 09 Februari 2026 | 17:15 WIB Last Updated 2026-03-04T04:11:29Z

Ket Foto: Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas secara resmi membuka pasar murah di Lapangan Barasokai, Jalan Rahmadsyah, Kecamatan Medan Area, Senin (9/2/2026).

Gayamedan.com
– Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili tahun 2026, Pemerintah Kota (Pemko) Medan menggelar pasar murah di dua titik strategis, yakni di Kecamatan Medan Area (Kelurahan Sei Rengas II) dan Kecamatan Medan Deli (Kelurahan Kota Bangun).


Pasar murah yang berlangsung selama lima hari tersebut secara resmi dibuka Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, di Lapangan Barasokai, Jalan Rahmadsyah, Kecamatan Medan Area, Senin (9/2/2026).

 

Melalui pasar murah ini, Rico Waas berharap dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari, khususnya dalam menyambut Tahun Baru Imlek.


“Semoga langkah ini dapat meringankan beban ekonomi masyarakat, sehingga masyarakat dapat merayakan Imlek dengan berbahagia bersama keluarga yang dicintai,” kata Rico Waas.


Dalam sambutannya, Rico Waas tidak hanya menyinggung soal stabilitas harga dan pengendalian inflasi, tetapi juga menekankan pentingnya menjaga keharmonisan di tengah keberagaman.


Ia menegaskan, Kota Medan merupakan simbol nyata keberagaman Indonesia, dengan populasi masyarakat Tionghoa mencapai sekitar 10–11 persen.


“Kalau mau melihat kota yang begitu beragam sebagai simbolnya Indonesia, lihatlah Kota Medan. Kita hidup dengan toleransi, saling menyayangi, dan melindungi. Itulah sejatinya Indonesia,” ujarnya.


Ia juga menegaskan bahwa jargon “Medan Untuk Semua, Semua Untuk Medan” merupakan komitmen pemerintah dalam memastikan seluruh umat beragama merasa aman dan memiliki kota ini secara utuh.


“Kami memastikan keamanan dan perlindungan bagi seluruh umat beragama yang ada di Kota Medan, karena itulah makna sejati dari Medan Untuk Semua dan Semua Untuk Medan,” ucapnya.


Rico Waas turut menyoroti fenomena sosial di era digital, di mana teknologi kerap menciptakan jarak meski secara fisik berdekatan.


Menurutnya, momen Imlek harus menjadi ajang untuk kembali mempererat kebersamaan secara langsung, bukan sekadar melalui layar ponsel.


“Sekarang berkumpul itu jadi barang mewah. Kadang kita malas, cukup video call saja. Padahal, bangsa kita kuat karena gotong royong dan kebersamaan, bukan individualis,” tuturnya.


Ia pun mengimbau para camat untuk mendata warga lanjut usia yang tinggal sendirian agar mendapatkan perhatian lebih dari lingkungan sekitar saat perayaan Imlek.


“Saya menitipkan pesan kepada Pak Camat untuk mendata orang tua yang merayakan Imlek sendirian. Berikan perhatian, ajak tetangga untuk mengunjungi mereka. Itulah bagian dari pelayanan Kota Medan,” pesannya.


Menutup sambutannya, Rico Waas menyampaikan harapan optimistis di tahun Shio Kuda Api 2026.


“Kuda itu larinya kencang, gagah, dan penuh semangat. Apalagi ada unsur apinya. Kita berharap semangat ini membawa Kota Medan lari semakin kencang lagi dalam pembangunan,” pungkasnya.


Sebelumnya, Plt Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perindag Kota Medan, Citra Effendi Capah, menjelaskan pasar murah ini digelar untuk membantu masyarakat, khususnya etnis Tionghoa, dalam memenuhi kebutuhan pokok menjelang hari besar keagamaan nasional sekaligus sebagai upaya pengendalian inflasi.


Pasar murah berlangsung 9–13 Februari 2026 dengan delapan jenis kebutuhan pokok yang dijual, seperti beras medium, gula pasir, telur, tepung terigu, kacang kupas, mentega, minyak goreng, dan sirup.


Sejumlah harga setelah subsidi di antaranya beras medium Rp12.100/kg (harga pasar Rp15.500/kg), gula pasir Rp15.000/kg (harga pasar Rp17.500/kg), telur Rp1.350/butir (harga pasar Rp1.900/butir), hingga minyak goreng Rp17.700/liter (harga pasar Rp20.500/liter).


Pemko Medan berharap pasar murah ini dapat membantu masyarakat merayakan Imlek dengan lebih tenang, sekaligus menjaga stabilitas harga bahan pokok di Kota Medan. (gm/ar)

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Buka Pasar Murah Imlek, Rico Waas: Medan Adalah Simbol Keberagaman Indonesia

Trending Now