Kena OTT Tim Intelijen Kejati Sumut, SLS dan MK Terduga Korupsi Pemotongan Dana BOS SMA/SMK di Batubara Ditahan

Sabtu, 15 Maret 2025 | 00:48 WIB Last Updated 2025-03-14T17:48:04Z


MEDAN
- Tim  Intelijen Kejati Sumut melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap SLS (42)  selaku Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK dan MK (48)  Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA se-Kabupaten Batubara Sumatera Utata Kamis (13/3/2025)


Kasi Penkum Kejati Sumut Adre W Ginting, SH,MH, Jumat (14/3/2025) malam mengatakan, Kejati Sumut telah menetapkan sebagai tersangka dan langsung menahan 2 orang terduga pelaku dalam operasi tangkap tangan dan dugaan korupsi yang melibatkan penyelenggara Negara di lingkungan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara di Batubara.

"Dua terduga pelaku yang terjaring dalam operasi tangkap tangan dan dugaan korupsi yang telah ditahan adalah SLS dan MK,"kata Kasi Penkum Kejati Sumut Adre W Ginting, SH,MH, Jumat (14/3/2025) malam

Dikatakannya, pengamanan terhadap kedua tersangka berawal dari diterimanya informasi dari masyarakat yang menyebutkan adanya pengutipan uang dari kepala sekolah SMA/SMK se Kabupaten Batubara. Kemudian, tim  intelijen Kejati Sumut yang langsung turun ke lapangan melakukan pemantauan. 

"Terkonfirmasi bahwa kedua tersangka terindikasi melakukan pengumpulan uang kepada para kepala sekolah SMA dan SMK se-Kabupaten Batubara yang bersumber dari Dana Bos Tahun Anggaran 2025 SMK dan SMA Negeri dan Swasta Se-Kabupaten Batubara. Pemotongan dana BOS yang dilakukan kedua tersangka untuk kepentingan pribadi," paparnya.

Dari hasil pemeriksaan, lanjut Adre W Ginting tim penyidik Bidang Pidsus Kejati Sumut memperoleh barang bukti berupa uang tunai senilai Rp319.000.000. Dan, dari hasil pemeriksaan lebih lanjut, setelah menemukan dua alat bukti yang cukup terhadap kedua pelaku (SLS dan MK) dilakukan penetapan tersangka dan langsung ditahan

Terhadap kedua tersangka dikenakan Pasal 11 atau Pasal 12 huruf e atau huruf f jo Pasal18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

"Setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan, terhadap kedua tersangka dilakukan penahanan selama 20 hari di Rumah Tahanan Negara Klas 1 Medan," tandasnya.


iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Kena OTT Tim Intelijen Kejati Sumut, SLS dan MK Terduga Korupsi Pemotongan Dana BOS SMA/SMK di Batubara Ditahan

Trending Now