MEDAN | GAYA MEDAN.COM-Misteri kematian Winda Lorenza Gowasa (35), yang ditemukan tewas di rumah mantan suaminya, Brigadir IH, anggota Polsek Sunggal, di Kompleks Bumi Asri, Kecamatan Medan Helvetia, terus menjadi sorotan. Di saat kepolisian masih menyimpulkan dugaan bunuh diri berdasarkan hasil penyelidikan sementara, keluarga korban justru membantah keras kesimpulan tersebut dan menilai masih banyak kejanggalan yang belum terjawab.
Kuasa hukum keluarga, Sobambowo Buulolo SH, menegaskan hingga kini pihak keluarga belum menerima salinan lengkap hasil autopsi. "Kami sebagai keluarga inti belum pernah menerima hasil autopsi lengkap. Karena itu kami meminta penyelidikan dilakukan secara independen dan transparan," katanya kepada wartawan.
Keluarga juga membantah informasi yang menyebut korban datang ke Medan untuk mengajak rujuk mantan suaminya. Menurut mereka, justru ibu Brigadir IH yang menjemput korban dari Jakarta sekitar dua bulan sebelum peristiwa itu dengan tujuan mempertemukan kembali keduanya.
Saat memandikan jenazah, keluarga mengaku melihat sejumlah lebam di beberapa bagian tubuh korban, mulai dari mata, leher, perut, paha hingga kaki. Temuan tersebut merupakan pengamatan keluarga secara kasat mata dan dinilai berbeda dengan keterangan hasil autopsi yang sebelumnya disampaikan pihak kepolisian.
Tak hanya itu, keluarga mempertanyakan proses autopsi yang disebut dilakukan tanpa pemberitahuan kepada keluarga inti. Mereka juga mengaku sempat dilarang mendokumentasikan kondisi jenazah di ruang forensik dan diminta menghapus foto yang telah diambil.
"Kami ingin seluruh proses dibuka secara terang. Berikan hasil autopsi lengkap agar keluarga mengetahui fakta yang sebenarnya," ujar pihak keluarga.
Selain menyoroti dugaan lebam pada tubuh korban, keluarga juga mengungkap bahwa mereka belum pernah menerima pemberitahuan resmi mengenai status perceraian korban dengan Brigadir IH. Mereka turut menyebut korban diduga pernah mengalami kekerasan dalam rumah tangga selama menjalani pernikahan, yang menurut mereka perlu didalami penyidik.
Keluarga juga mempertanyakan kondisi kamera pengawas (CCTV) di lokasi kejadian yang disebut tidak berfungsi. Mereka berharap seluruh fakta, termasuk kondisi CCTV dan barang bukti lainnya, diperiksa secara menyeluruh agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
Sementara itu, Polrestabes Medan tetap berpegang pada hasil penyelidikan sementara yang menyatakan korban diduga meninggal karena bunuh diri menggunakan senjata api dinas jenis revolver milik Brigadir IH. Polisi menyebut hasil autopsi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan selain luka tembak di kepala serta menemukan residu tembakan pada tangan, tubuh, dan pakaian korban. Hingga kini penyelidikan masih terus berlangsung untuk memastikan seluruh fakta dalam perkara tersebut.(GM)
