TANJUNGBALAI | GAYA MEDAN.COM-Gelombang kemarahan warga meledak! Ratusan massa nekat menggeruduk Mapolres Tanjungbalai hingga Rabu (22/7/2026) tengah malam. Tuntutan warga hanya satu, kejelasan penanganan kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur yang tengah viral di media sosial.
Aksi massa bermula saat ratusan warga mendatangi rumah pasangan suami istri (pasutri) terduga pelaku di wilayah Kecamatan Teluk Nibung. Ketegangan sempat terjadi sebelum akhirnya petugas kepolisian bergerak cepat mengamankan pasutri tersebut ke Mapolres Tanjungbalai. Tak puas sampai di situ, massa menyemut ikut bergerak mengekor petugas ke kantor polisi.
Pukulan jarum jam menunjukkan pukul 23.28 WIB, namun massa menolak bubar. Mereka memilih bertahan di depan Mapolres demi mengawal kasus yang bikin elus dada tersebut.
"Saya sengaja datang ke sini karena mau melihat langsung perkembangan kasusnya. Ini sudah viral di sosmed soal dugaan kekerasan seksual anak di bawah umur, kami mau kepastian!" tegas salah seorang warga dengan nada tinggi di lokasi kejadian.
Menanggapi kepungan massa yang makin membeludak, Kapolres Tanjungbalai, AKBP Welman Fery, langsung turun tangan menenangkan situasi. Ia meminta masyarakat tidak main hakim sendiri dan membiarkan polisi bekerja.
"Kami minta masyarakat tetap tenang dan bersabar. Proses hukum tetap berjalan dan akan ditangani secara profesional sesuai dengan aturan yang berlaku," ujar AKBP Welman Fery tegas.
Welman juga mewanti-wanti warga agar tidak mudah terprovokasi oleh isu liar yang sengaja dihembuskan pihak tak bertanggung jawab.
"Percayakan sepenuhnya proses penegakan hukum ini kepada kepolisian. Jangan ada tindakan main hakim sendiri. Menjaga kondusifitas adalah tanggung jawab kita bersama," pungkasnya.(GM)
