MEDAN | GAYA MEDAN.COM - Suasana khidmat dan penuh ketenangan menyelimuti Gereja Oikumene St. Paulus di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan, Selasa (27/1/2026).
Sejumlah Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) umat Kristiani dengan tertib mengikuti kegiatan ibadah rutin yang menjadi bagian penting dari pembinaan mental dan spiritual di dalam lapas.
Kepala Lapas (Kalapas) Kelas I Medan, Fonika Affandi menyampaikan kegiatan kerohanian ini bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan ruang refleksi diri bagi WBP untuk menenangkan batin, memperkuat iman, serta menumbuhkan harapan akan perubahan ke arah yang lebih baik.
"Dalam suasana yang penuh kekhusyukan, mereka diajak merenungi perjalanan hidup dan memaknai proses pembinaan yang sedang dijalani," kata Kalapas.
Ibadah berlangsung dengan tertib dan lancar, dipimpin oleh pembina kerohanian serta didampingi petugas pemasyarakatan.
"Pendampingan ini menjadi bentuk kehadiran negara dalam memastikan setiap WBP tetap memperoleh hak beribadah sekaligus bimbingan moral selama menjalani masa pidana," sebut Kalapas.
Melalui pembinaan kerohanian yang dilaksanakan secara berkelanjutan, Lapas Kelas I Medan berupaya membentuk pribadi WBP yang lebih sabar, bertanggung jawab, dan berperilaku positif.
Nilai-nilai spiritual yang ditanamkan diharapkan mampu menjadi bekal penting dalam membangun kesadaran diri serta kesiapan mental untuk kembali diterima dan berkontribusi di tengah masyarakat.
"Kegiatan ini sekaligus mencerminkan komitmen Lapas Kelas I Medan dalam menyelenggarakan pembinaan yang menyeluruh dan humanis," pungkasnya.
Dengan menghadirkan pembinaan yang menyentuh sisi batin Warga Binaan, Lapas Kelas I Medan terus berupaya menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bermakna, sebagai wujud pengabdian dalam membangun sumber daya manusia yang lebih baik demi masyarakat, bangsa, dan negara. (GM)
