Gayamedan.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bagansiapiapi melaksanakan program pengentasan buta aksara bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sebagai bagian dari upaya pembinaan kepribadian, Senin (29/12).
Program tersebut diikuti oleh sejumlah WBP yang belum memiliki kemampuan membaca dan menulis secara memadai. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara bertahap dengan pendampingan langsung dari petugas pembinaan lapas.
Kepala Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi melalui Kasubsi Bimkemaswat Islam Pryangono menyampaikan bahwa program ini bertujuan meningkatkan kemampuan literasi dasar WBP agar mampu memahami informasi, hak dan kewajiban selama menjalani masa pidana, serta mempersiapkan diri untuk kembali ke masyarakat.
“Literasi merupakan modal penting bagi WBP. Dengan bisa membaca dan menulis, mereka dapat mengikuti seluruh program pembinaan dengan lebih optimal,” ujarnya.
Materi yang diberikan meliputi pengenalan huruf, membaca kata sederhana, hingga menulis kalimat dasar. Kegiatan dilaksanakan secara rutin dengan metode pembelajaran sederhana dan komunikatif agar mudah dipahami oleh peserta.
Selain meningkatkan kemampuan baca tulis, program ini juga diharapkan dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan motivasi WBP untuk terus belajar serta memperbaiki diri selama menjalani pembinaan di dalam lapas.
Lapas Bagansiapiapi menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program pembinaan yang bersifat edukatif dan berkelanjutan, meskipun di tengah keterbatasan sarana dan prasarana.
Melalui kegiatan pengentasan buta aksara tersebut, lapas berharap para WBP memiliki bekal keterampilan dasar yang bermanfaat setelah bebas nanti, sehingga dapat menjalani kehidupan yang lebih mandiri dan produktif di tengah masyarakat. (gy)


